Saudaraku...
Dengarkanlah suara alam ini,...sesungguhnya saat ini tumbuhan, angin, air, hewan dan seluruhnya sedang bertasbih kepada Allah SWT.hhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah, wallahu akbar. Allah pasti sedang menatap, menyaksikan kita saat ini, setiap saat. mudah-mudahan dengan dzikir yang banyak Allah senantiasa berada di dekat kita.
Maha suci Allah Pemilik jagat raya ini, yang menguasai jiwa raga kita, Dia lah yang menghembuskan angin, menggerakkan dan menguasai segala hewan, tumbuhan dan makhluk yang ada di sekeliling kita saat ini. Sekiranya Allah berkehendak, mudah saja bagi Allah untuk menurunkan hujan lebat, angin yang kencang, sehingga bivoac kita hancur berantakan, mudah bagi Allah untuk mendatangkan hewan juga makhluk lainnya untuk mengganggu kita saat ini, namun juga jika Allah berkehendak-tidak ada satupun yang dapat menimpa kita, maka bersungguh-sungguhlah memohon pertolongannya.
Lafadzkan dengan lirih .... A'UDZU BIKALIMATILLAAHITTAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHOLAQ"
Saudaraku, yakinilah.... saat ini Ibu-Bapak kita begitu cemas, khawatir dengan keselamatan kita, sekiranya mereka hadir saat ini, tentu mereka dengan sukarela membantu mendirikan bivoac, menyiapkan makanan, memberikan selimut agar kita merasa hangat..begitulah sebagian dari kasih sayang mereka...Lalu...bagaimana dengan kita, sikap kita pada keduanya..jangan-jangan ibu-bapak kita menyesal telah melahirkan dan membesarkan anak yang sering menyakitinya, membuatnya kecewa...
Saudaraku, relakah kita menjerumuskan keduanya ke dalam kobaran api neraka? Padahal mereka begitu tulus menyayangi kita, bahkan jiwa ragapun berani mereka kobarkan agar anaknya bahagia.
Saudaraku, berdoalah untuk mereka, doakan agar mereka selamat dunia akhirat, selamat dari siksaan kubur selamat dari api neraka, berjanjilah untuk berbakti membahagiakan keduanya. Semoga belum terlambat. Sebelum tubuh mereka terbujur kaku, terbalut kain kafan.
"ALLAHUMMAGFIRLI WALIWALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYYANIISHOGIROO"
Saudaraku, ingatlah dosa yang sering kita lakukan pada Allah. Sering maksiat, lalai taat, sangat sedikit bahkan tak pernah khusyuk dalam sholat. Ingat pula berapa banyak saudara, teman, tentangga atau siapapun yang tersakiti, terdzolimi oleh sikap dan perlikau kita.
Saudaraku, bertaubatlah. Istighfarlah, mohon ampunan-Nya. Sebelum ijal menjemput, mumpung masih ada kesempatan.
Santri Siap Guna Daarut Tauhiid



